Palembang-news.com menerima kiriman info/berita seputar Kota Palembang.. kirim info ke ria.pranata@gmail.com... mari kita sukseskan pesta akbar Sea Games 2011... powered by Ria Pranata
Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Prof Abu Daud Busroh Berpulang

Profesor H Abu Daud Busroh SH (66), guru besar hukum FH Unsri meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, sekitar pukul 20.30 WIB, tadi malam (2/7). Pakar hukum yang juga Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) ini meninggal karena mengalami serangan jantung. Meninggalnya mantan dekan FH Unsri ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga dan orang dekat almarhum. Betapa tidak, pada sore hari sekitar pukul 16.00 -17.00 WIB, Prof Abu Daud yang merupakan pengacara/advokat dan dosen senior ini masih segar bugar dan sempat memimpin rapat di STIHPADA.


“Tadi sore, Prof Abu Daud memimpin rapat di STIHPADA membahas seputar semesteran,” ujar salah seorang dosen STIHPADA kepada wartawan koran ini. Setelah jenazah dibawa pulang, kalangan dosen dan advokat, dan koleganya melayat ke rumah duka di Jl Yudo Blok H 11, Kampus, Palembang. Tampak Dekan FH Unsri Prof Amzulian Rifai SH LLM Phd, para pengacara, dosen dan sahabat almarhum. Mereka memadati rumah almarhum dan ikut mendoakan kepergiannya.


Menurut Anak kedua almarhum, Adi Firman Priadi SH, ayahnya tampak sehat dan bugar pada sore hari, usai memimpin rapat di STIHPADA. “Setelah rapat, almarhum menyempatkan diri pulang ke rumah, dan sebelum magrib pergi lagi hendak mencari rumah makan. Kemudian, beliau mengeluh sakit, lalu dibawa ke RSMH dan akhirnya meninggal dunia,” ujar Adi.


Ridho Junaedi SH, seorang pengacara mengatakan, beberapa hari sebelumnya, Prof Abu Daud Busyro berobat jantung ke Singapura. Lalu saat kembali ke Palembang dengan kondisi yang sehat. Tapi serangan jantung kembali menyerangnya. “Rencananya, beliau (Prof Abu Daud) akan dimakamkan Minggu (hari ini, red) di STIHPADA, sesuai amanat beliau sebelum meninggal,” ungkapnya.


Prof Amzulian Rifai SH, menilai Prof Abu Daud adalah sosok pribadi yang fenomenal, aktif dalam dunia pendidikan serta sebagai pengacara yang profesional. Pemilik kantor hukum polis abdi hukum STIHPADA itu mendidik mahasiswanya secara mental untuk menjadi manusia yang tegar dalam menjalankan hidup.




sumber : sumeks, 3 juli 2011


Rabu, 15 Juni 2011

Bijak Sana Bijak Sini Diluncurkan

Biography berisi liku perjalanan seorang Rektor Universitas Bina Darma, Prof Ir H Bochari Rachman MSc bertajuk "Bijak Sana Bijak Sini" sukses diluncurkan. Buku yang banyak menceritakan gambaran perjalanan hidupnya dari semasa tinggal di Dusun Gunung Lele, Bogor hingga berhasil menyukseskan dirinya dengan memegang teguh prinsi 2SB (Sabar, Syukur dan Bijaksana) mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Sahabat, rekan kerja hingga karyawan dilingkungan Universitas Bina Darma.


Dengan cita-citanya  ingin menjadi orang sukses yang dapat membanggakan kedua orang tuanya,termasuk mengharumkan dusun tempatnya tinggal, maka disusunlah buku yang tak sedikit mengajarkan bagaimana perjuangannya untuk menyukseskan diri, memajukan kehidupan keluarga serta lingkungannya. "Saya harap buku ini dapat menjadi motivasi bagi generasi penerus" ungkap Buchori di sela acara peluncuran buku Bijak Sana Bijak Sini sekaligus syukuran ulang tahunnya ke-70 tahun di Ball Room Hotel Aryaduta, Selasa (14/6) malam.

Rabu, 25 Mei 2011

Harnojoyo SSos

Siapa tak kenal Harnojoyo. Ia Ketua DPRD Kota Palembang periode 2009-2014. Pria kelahiran Lahat, 12 Juni 1967 ini juga masih menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palembang periode 2010-2015. Kesibukan dalam dunia politik saat ini berawal dari keinginannya memiliki pergaulan dan wawasan yang luas. “Salah satu caranya adalah dengan bergabung di partai politik. Saya memilih bergabung ke Partai Demokrat karena melihat sosok Pak SBY yang dicintai masyarakat dan figur yang menyenangkan,” ujar lulusan SI Universitas Bandar Lampung itu, kemarin.



Menurut mantan pegawai PT Bank Bali Lampung dan Palembang ini, dengan masuk di parpol dan menjadi anggota dewan, maka dirinya bisa memberikan sesuatu kepada masyarakat. Hal ini berbeda bila tetap sebagai pengusaha yang ruang lingkupnya terbatas, ruang lingkupnya kecil. ”Dengan menjadi anggota dewan, maka skalanya lebih luas,” ungkap penyalur ayam potong (agen) yang masih tetap eksis hingga sekarang. Dibalik kesuksesannya, ia ternyata mantan sopir taksi, profesi sambilan saat bekerja di wilayah Lampung. Selain itu, tugas legislasi, penganggaran dan pengawasan yang dilakukan juga berkaitan dengan pembangunan yang dilakukan saat ini. Makanya, visi dan misi yang sejalan dengan pembangunan Kota Palembang akan didukung.

Harnojoyo memiliki pengalaman organisasi sebagai Sekretaris GEMA TASTI, Ketua Kelompok Dagang Pintu Musi II, Penasehat Fraksi partai Demokrat DPRD Kota Palembang, pernah sebagai DPAC Demokrat Ilir Barat I, dan Sekretaris Tim Kampanye SBY-JK Kota Palembang. Dari hasil pernikahannya dengan Selviana Skom, ia dikaruniai tiga orang anak. Yakni M Arnisto Boling PB, M Revano Magreza PB dan Tri Ariska Mardalena. Harnojoyo merupakan Sulung dari tujuh bersaudara pasangan Syafril dan Ruhinah.

”Istri, anak-anak dan keluarga yang lainnya mendukung saya masuk di parpol ini. Termasuk menjadi anggota dewan,” ungkapnya. Risiko harus pulang malam dan kegiatan lain di luar kota dapat dimengerti istri dan anak-anaknya. ”Salah satu dukungan yang diberikan adalah pengertian terhadap kegiatan yang dilakukan. Tanpa dukungan istri, saya tak bisa seperti ini,” imbuhnya.

Sumber : Sumatera Ekspesl, 25 Mei 2011

Harnojoyo SSos

Siapa tak kenal Harnojoyo. Ia Ketua DPRD Kota Palembang periode 2009-2014. Pria kelahiran Lahat, 12 Juni 1967 ini juga masih menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palembang periode 2010-2015. Kesibukan dalam dunia politik saat ini berawal dari keinginannya memiliki pergaulan dan wawasan yang luas.

“Salah satu caranya adalah dengan bergabung di partai politik. Saya memilih bergabung ke Partai Demokrat karena melihat sosok Pak SBY yang dicintai masyarakat dan figur yang menyenangkan,” ujar lulusan SI Universitas Bandar Lampung itu, kemarin.

Menurut mantan pegawai PT Bank Bali Lampung dan Palembang ini, dengan masuk di parpol dan menjadi anggota dewan, maka dirinya bisa memberikan sesuatu kepada masyarakat. Hal ini berbeda bila tetap sebagai pengusaha yang ruang lingkupnya terbatas, ruang lingkupnya kecil.

”Dengan menjadi anggota dewan, maka skalanya lebih luas,” ungkap penyalur ayam potong (agen) yang masih tetap eksis hingga sekarang. Dibalik kesuksesannya, ia ternyata mantan sopir taksi, profesi sambilan saat bekerja di wilayah Lampung. Selain itu, tugas legislasi, penganggaran dan pengawasan yang dilakukan juga berkaitan dengan pembangunan yang dilakukan saat ini. Makanya, visi dan misi yang sejalan dengan pembangunan Kota Palembang akan didukung.

Harnojoyo memiliki pengalaman organisasi sebagai Sekretaris GEMA TASTI, Ketua Kelompok Dagang Pintu Musi II, Penasehat Fraksi partai Demokrat DPRD Kota Palembang, pernah sebagai
DPAC Demokrat Ilir Barat I, dan Sekretaris Tim Kampanye SBY-JK Kota Palembang.

Dari hasil pernikahannya dengan Selviana Skom, ia dikaruniai tiga orang anak. Yakni M Arnisto Boling PB, M Revano Magreza PB dan Tri Ariska Mardalena. Harnojoyo merupakan Sulung dari tujuh bersaudara pasangan Syafril dan Ruhinah.

”Istri, anak-anak dan keluarga yang lainnya mendukung saya masuk di parpol ini. Termasuk
menjadi anggota dewan,” ungkapnya. Risiko harus pulang malam dan kegiatan lain di luar kota dapat dimengerti istri dan anak-anaknya. ”Salah satu dukungan yang diberikan adalah pengertian terhadap kegiatan yang dilakukan. Tanpa dukungan istri, saya tak bisa seperti ini,” imbuhnya.


Sumber : Sumatera Ekspesl, 25 Mei 2011

Sabtu, 19 Maret 2011

>Tokoh Facebook Komunitas Palembang Di Wisuda

>

Pepatah mencari ilmu dari lahir hingga liang lahat sepertinya sangat dihayati Zanial Mazalisa pria yang akrab di sapa “Pak Nayel” ato “Abah” ini. Tokoh pendiri komunitas “Facebooker Palembang” ini berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Komputer (S2) dengan predikat “Dengan Pujian”. Hal ini pun tampak tertulis di akun FB-nya yang yang banyak memberikan ucapan selamat serta pujian. Namun bukan pujian atas kelulusan dari pria yang menjadi mahasiswa PPs MTI UBD yang juga seorang dosen komputer di Universitas Bina Darma, predikat “Dengan Pujian” berhasil diperolehnya dari hasil kerja kerasnya hingga berhasil meraih IPK 3,82.

“Seneng nian aku biso lulus, pokoknyo dak pacak ngomong banyak.” Kata Nayel dengan expresi wajah yang begitu terang dan berseri-seri. Kiranya seperti itulah hal yang sedang dirasakan oleh pria yang dikenal dekat dengan mahasiswanya. Senyum penuh sumringah yang terpancar saat di wisuda dan resmi mendapatkan Gelar M.Kom, yang mungkin sudah ditunggu-tunggunya.

Tokoh Facebook Komunitas Palembang Di Wisuda



Pepatah mencari ilmu dari lahir hingga liang lahat sepertinya sangat dihayati Zanial Mazalisa pria yang akrab di sapa “Pak Nayel” ato “Abah” ini. Tokoh pendiri komunitas “Facebooker Palembang” ini berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Komputer (S2) dengan predikat “Dengan Pujian”. Hal ini pun tampak tertulis di akun FB-nya yang yang banyak memberikan ucapan selamat serta pujian. Namun bukan pujian atas kelulusan dari pria yang menjadi mahasiswa PPs MTI UBD yang juga seorang dosen komputer di Universitas Bina Darma, predikat “Dengan Pujian” berhasil diperolehnya dari hasil kerja kerasnya hingga berhasil meraih IPK 3,82.

“Seneng nian aku biso lulus, pokoknyo dak pacak ngomong banyak.” Kata Nayel dengan expresi wajah yang begitu terang dan berseri-seri. Kiranya seperti itulah hal yang sedang dirasakan oleh pria yang dikenal dekat dengan mahasiswanya. Senyum penuh sumringah yang terpancar saat di wisuda dan resmi mendapatkan Gelar M.Kom, yang mungkin sudah ditunggu-tunggunya.

Sabtu, 27 Februari 2010

>Drs H Muhammad Ali Yusuf

>
Pendidik dan Pendiri STIK Bina Husada Raih Penghargaan Citra Prestasi Anak Bangsa
 
Berkecimpung di dunia pendidikan sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Karena pendidikan merupakan suatu usaha untuk mewujudkan suasana baik belajar maupun proses pembelajaran kepada anak didik agar mampu mengembangkan potensi diri untuk mengeluarkan semua kemampuan baik itu keagamaan, kecerdasan, akhlak, dan kepribadian serta keterampilan agar dapat berguna bagi bangsa dan agama. Namun itu tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Karena seorang pendidik harus mampu menjadi contoh yang baik untuk anak yang didiknya.
 
Sebagai salah seorang pendiri dan juga sebagai tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Bina Husada, peranannya dalam membangun dan memajukan STIK Bina Husada sangatlah besar. Peran aktifnya untuk sekolah kesehatan yang awalnya didirikan dengan menduduki gedung Yayasan Pembina pada tahun 2000, kemudian bersama teman-teman pendiri Yayasan yang memiliki satu Visi dan Misi untuk kemajuan STIK Bina Husada pindah ke Ruko di jalan Syech Abdul Somad 23 Ilir Palembang dan sekarang telah menjadi sebuah gedung yang megah dan layak dipakai untuk sebuah Sekolah Tinggi.
 
Dengan keinginan yang besar untuk menjadikan STIK Bina Husada terkemuka, suami dari Hj Sri Baktiana yang memiliki lima orang anak dan satu orang cucu ini adalah seorang yang sangat dermawan. STIK Bina Husada tidak hanya dijadikan sebagai suatu lembaga pendidikan untuk bisnis semata, namun melalui STIK Bina Husada pria yang menilai kerjanya sebagai pengabdi masyarakat  banyak  membantu orang-orang yang tidak mampu bahkan menjadikan anak asuh agar mereka bisa melanjutkan pendidikannya di STIK Bina Husada.
 
Karena kepedulian dan memberikan dukungan penuh atas program pemerintah, pria yang menjadi President Direktur PT Madina Tuna ini dinilai oleh tim pengamat dan panitia memiliki figur dan tokoh untuk diberikan penghargaan, karena telah memberikan kontribusi dan karya nyata dalam pembangunan kepada bangsa dan negara khususnya didunia pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa.
 
Sosok pemimpin yang penuh tanggung jawab dan dekat dengan seluruh kalangan ini patut dibanggakan dan sudah sepantasnya suatu organisasi independent “Citra Prestasi Anak Bangsa” memberikan penghargaan atas prestasinya di bidang “The Best Executive and Profesional 2009/2010″.
 
“Saya sama sekali tak menyangka mendapatkan penghargaan ini, Award dan sertifikat/piagam penghargaan telah saya terima di Jakarta , pada Inauguration Night, Selasa (27/2) lalu di Grand Ballroom Lumire Hotel Jakarta . Penghargaan diberikan langsung oleh Prof DR Djumarno SE MBA sebagai General Chairman Citra Prestasi Anak Bangsa. Dan sertifikat atau piagam diberikan langsung oleh Samsudin L Nasution, SE MM sebagai Chairman Citra Prestasi Anak Bangsa.” kata Ali Yusuf kepada Koran ini di ruang kerjanya.
 
“Penilaian Citra Prestasi Anak Bangsa Awards dilakukan sepanjang tahun 2009 yang lalu melalui media massa dan elekronik serta tim monitoring melakukan survei langsung di seluruh Indonesia . Melalui survei yang dilakukan oleh Citra Prestasi Anak Bangsa Awards terpilih 35 orang tokoh  diantaranya  saya yang mewakili STIK Bina Husada” tambahnya.
 
Dalam kesempatan itu Drs H Muhammad Ali Yusuf mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Citra Prestasi Anak Bangsa yang telah melakukan penilaian atas prestasi dirinya di dunia pendidikan.” Proffesional penghargaan ini akan saya jadikan suatu motivasi diri untuk mengabdi dan mengembangkan lebih luas lagi untuk kemajuan bangsa, dan saya harapkan prestasi dan penghargaan yang saya raih ini dapat menjadi contoh bagi para pemuda untuk lebih berprestasi dalam memajukan bangsa dan negara.  Saya bersyukur atas rahmat dan nikmat Allah SWT, amin,” ujarnya.
 
  
 
Biodata :
 
Nama               : Drs H Muhammad Ali Yusuf
Tempat Lahir    : Sukanegeri, OKU
Tanggal Lahir    : 2 Maret 1950
Agama             : Islam
Pekerjaan         : Pendidik dan Pengabdi Masyarakat
Istri                  : Hj Sri Baktiana
  
Anak :
1.      Novita Erliana SE
2.      H. Ade Anugama SE
3.      Teddy Berlian Nur SE
4.      Zamroni Amrullah SKom
5.      Romi Darusman
 
Cucu :
1. Putri Shafa
  
Riwayat Pekerjaan:
  1. Diskominfo Sumsel
  2. Pendidik dan Pediri STIK Bina Husada
  3. President Direktur PT Madina Tuna

Drs H Muhammad Ali Yusuf

Pendidik dan Pendiri STIK Bina Husada Raih Penghargaan Citra Prestasi Anak Bangsa
 
Berkecimpung di dunia pendidikan sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Karena pendidikan merupakan suatu usaha untuk mewujudkan suasana baik belajar maupun proses pembelajaran kepada anak didik agar mampu mengembangkan potensi diri untuk mengeluarkan semua kemampuan baik itu keagamaan, kecerdasan, akhlak, dan kepribadian serta keterampilan agar dapat berguna bagi bangsa dan agama. Namun itu tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Karena seorang pendidik harus mampu menjadi contoh yang baik untuk anak yang didiknya.
 
Sebagai salah seorang pendiri dan juga sebagai tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Bina Husada, peranannya dalam membangun dan memajukan STIK Bina Husada sangatlah besar. Peran aktifnya untuk sekolah kesehatan yang awalnya didirikan dengan menduduki gedung Yayasan Pembina pada tahun 2000, kemudian bersama teman-teman pendiri Yayasan yang memiliki satu Visi dan Misi untuk kemajuan STIK Bina Husada pindah ke Ruko di jalan Syech Abdul Somad 23 Ilir Palembang dan sekarang telah menjadi sebuah gedung yang megah dan layak dipakai untuk sebuah Sekolah Tinggi.
 
Dengan keinginan yang besar untuk menjadikan STIK Bina Husada terkemuka, suami dari Hj Sri Baktiana yang memiliki lima orang anak dan satu orang cucu ini adalah seorang yang sangat dermawan. STIK Bina Husada tidak hanya dijadikan sebagai suatu lembaga pendidikan untuk bisnis semata, namun melalui STIK Bina Husada pria yang menilai kerjanya sebagai pengabdi masyarakat  banyak  membantu orang-orang yang tidak mampu bahkan menjadikan anak asuh agar mereka bisa melanjutkan pendidikannya di STIK Bina Husada.
 
Karena kepedulian dan memberikan dukungan penuh atas program pemerintah, pria yang menjadi President Direktur PT Madina Tuna ini dinilai oleh tim pengamat dan panitia memiliki figur dan tokoh untuk diberikan penghargaan, karena telah memberikan kontribusi dan karya nyata dalam pembangunan kepada bangsa dan negara khususnya didunia pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa.
 
Sosok pemimpin yang penuh tanggung jawab dan dekat dengan seluruh kalangan ini patut dibanggakan dan sudah sepantasnya suatu organisasi independent “Citra Prestasi Anak Bangsa” memberikan penghargaan atas prestasinya di bidang “The Best Executive and Profesional 2009/2010″.
 
“Saya sama sekali tak menyangka mendapatkan penghargaan ini, Award dan sertifikat/piagam penghargaan telah saya terima di Jakarta , pada Inauguration Night, Selasa (27/2) lalu di Grand Ballroom Lumire Hotel Jakarta . Penghargaan diberikan langsung oleh Prof DR Djumarno SE MBA sebagai General Chairman Citra Prestasi Anak Bangsa. Dan sertifikat atau piagam diberikan langsung oleh Samsudin L Nasution, SE MM sebagai Chairman Citra Prestasi Anak Bangsa.” kata Ali Yusuf kepada Koran ini di ruang kerjanya.
 
“Penilaian Citra Prestasi Anak Bangsa Awards dilakukan sepanjang tahun 2009 yang lalu melalui media massa dan elekronik serta tim monitoring melakukan survei langsung di seluruh Indonesia . Melalui survei yang dilakukan oleh Citra Prestasi Anak Bangsa Awards terpilih 35 orang tokoh  diantaranya  saya yang mewakili STIK Bina Husada” tambahnya.
 
Dalam kesempatan itu Drs H Muhammad Ali Yusuf mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Citra Prestasi Anak Bangsa yang telah melakukan penilaian atas prestasi dirinya di dunia pendidikan.” Proffesional penghargaan ini akan saya jadikan suatu motivasi diri untuk mengabdi dan mengembangkan lebih luas lagi untuk kemajuan bangsa, dan saya harapkan prestasi dan penghargaan yang saya raih ini dapat menjadi contoh bagi para pemuda untuk lebih berprestasi dalam memajukan bangsa dan negara.  Saya bersyukur atas rahmat dan nikmat Allah SWT, amin,” ujarnya.
 
  
 
Biodata :
 
Nama               : Drs H Muhammad Ali Yusuf
Tempat Lahir    : Sukanegeri, OKU
Tanggal Lahir    : 2 Maret 1950
Agama             : Islam
Pekerjaan         : Pendidik dan Pengabdi Masyarakat
Istri                  : Hj Sri Baktiana
  
Anak :
1.      Novita Erliana SE
2.      H. Ade Anugama SE
3.      Teddy Berlian Nur SE
4.      Zamroni Amrullah SKom
5.      Romi Darusman
 
Cucu :
1. Putri Shafa
  
Riwayat Pekerjaan:
  1. Diskominfo Sumsel
  2. Pendidik dan Pediri STIK Bina Husada
  3. President Direktur PT Madina Tuna

Sabtu, 26 Desember 2009

>Ir. H. Eddy Santana Putra, MT

>
Sederhana dalam Sikap Kaya dalam Karya

Pria kelahiran Pangkal Pinang, 51 tahun silam ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup. Ia merupakan orang yang tidak banyak bicara tapi banyak bekerja. Motonya sederhana dalam sikap dan kaya dalam karya sangat tepat menggambarkan dirinya yang begitu mobile dengan kinerja nyata.

5 tahun lalu, kondisi Palembang masih memprihatinkan. Angka kriminalitas tinggi, pasar-pasar kumuh dan jorok, investasi minim, rawan banjir, serta tingkat perekonomian masyarakat masih rendah. Singkatnya, Palembang belum begitu diperhitungkan secara nasional.

Begitu terpilih sebagai Walikota Palembang pada 2003, Eddy Santana Putra, akrab dipanggil ESP, segera melakukan gebrakan serta inovasi yang mencengangkan. Dengan penuh keberanian dan pertimbangan yang matang, ia merelokasi Pasar 16 ilir yang kumuh dan jorok.

Selama era kepemimpinan walikota terdahulu, Pasar 16 Ilir tetap dipertahankan. Tidak ada keberanian untuk melakukan perubahan. ESP sebaliknya. Ia siapkan pasar induk dan kemudian secara bertahap memindahkan para pedagang ke Jakabaring. Pasar 16 ilir disulapnya menjadi taman-taman kota yang indah dan tertata rapi.

"Saya tidak pernah berusaha mematikan usaha para pedagang. Tapi kita membenahi kondisi pasar yang semrawut dan kumuh, sehingga Palembang menjadi kota yang bersih, tertib dan sejajar dengan kota-kota lain di tanah air," katanya kala itu.

Hasilnya, pada 2007 dan 2008, Palembang dua tahun berturut-turut meraih Piala Adipura. Padahal, pada 2005 lalu, Palembang sempat mendapat predikat sebagai kota terkotor. Artinya, ESP hanya butuh waktu dua tahun untuk membalikkan citra negatif yang sempat di sandang Kota Palembang.

Kaya dalam Karya

Tak hanya itu. Demi meningkatkan daya tarik pariwisata di Kota Palembang, ESP membenahi Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi alternatif tempat wisata sekaligus rekreasi yang indah, aman dan nyaman.

Kini di BKB, even-even baik skala nasional maupun internasional kerap digelar. Puncaknya adalah dengan dilaunchingnya program Visit Musi 2008 pada 5 Januari 2008 lalu guna mendukung program Visit Indonesia 2008 yang dicanangkan pemerintah pusat.
Pendidikan pun tak luput dari perhatiannya. Pria yang gemar memancing ini secara bertahap menerapkan kebijakan pendidikan dasar bagi anak-anak di Kota Palembang. Biaya sekolah digratiskan, guru-guru diberdayakan.

Imbasnya, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan- suatu indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan- melampaui 100 persen. Mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK dan sederajat. Untuk tingkat SD, APK yang diraih sebesar 102 persen, SMP sebesar 103 persen, serta SMA sebesar 94,5 persen.

Di bidang kesehatan, Misi Palembang Sehat 2008 kian menunjukkan trend positif. Ditandai dengan kian menurunnya angka kesakitan ibu dan anak, puskesmas swakelola terus bertumbuh dan pelayanan kesehatan pun berkualitas.

Salah satu prestasi paling membanggakan adalah di bidang pelayanan publik, pelayanan air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi mampu memberikan pelayanan air bersih hingga mencapai 80 persen bagi warga Palembang.

Beberapa booster pun sudah di bangun di beberapa kecamatan guna lebih mengoptimalkan pelayanan. Diantaranya booster di Kecamatan Kertapati dan Alang-Alang Lebar. Bahkan, PDAM saat ini sedang menjajaki kemungkinan menjangkau serta memberikan pelayanan air bersih ke Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir.

"Beberapa tahun yang lalu pelayanan air bersih masih 40 persen. Sekarang Alhamdulillah sudah 80 persen. Angka 80 persen itu jarang terjadi di Indonesia," kata ESP dalam beberapa kesempatan.

Karena itulah, tak heran mantan Ketua KNPI Sumsel ini menjadi satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang menjadi keynote speaker saat berbicara di depan peserta Leadership Forum, Water for People : Transforming for Suistainability and Growth di Batam beberapa waktu lalu. Keberhasilan PDAM Tirta Musi dalam pelayanan publik begitu menginspirasi para peserta utusan dari 19 PDAM se-Indonesia untuk belajar dari kota metropolis ini.

Di bidang penanganan banjir, Palembang di bawah pimpinan mantan Kepala Dinas PU Pengairan ini patut diacungi jempol.  Beberapa tahun lalu, Palembang menjadi terkenal dan menghiasi berbagai berita di televisi dan surat kabar daerah maupun nasional gara-gara sering kebanjiran. Tak kurang dari 57 titik banjir tercatat saat itu, termasuk kawasan dan jalan-jalan utama. ESP pun segera tanggap. Karena semua sistem drainase di Palembang juga bermuara di sungai besar, Pemkot Palembang membuat satu drainase primer yang menampung air buangan dari seluruh kota sebelum bermuara ke sungai.

Untuk mengatasi genangan air di jalan-jalan utama, dilakukan pemasangan pompa dan box culvert. Pompa dipasang di beberapa titik rawan banjir untuk mengalirkan air yang menggenangi ruas jalan. Sementara itu, box culvert (sejenis gorong-gorong dari beton bertulang yang berbentuk kotak) dipasang di bawah ruas jalan. Box culvert ini berfungsi mengalirkan air agar tidak membanjiri salah satu sisi jalan.

Secara bersamaan, dibangun kolam retensi. Kolam itu berfungsi sebagai resapan air, menggantikan fungsi rawa yang semakin berkurang seiring dengan dinamisnya pembangunan kota. Saat ini ada 17 kolam retensi di seluruh wilayah Kota Palembang. Menariknya, kolam yang terletak di tempat-tempat strategis itu, seperti kolam retensi di Kambang Iwak, Jalan Tasik, belakangan sangat dirasakan manfaatnya, yakni menyejukkan kota. Bahkan, masyarakat menjadikan areal kolam sebagai tempat rekreasi. Baru-baru ini Kambang Iwak menjadi pusat perhatian seiring dengan digelarnya Asian Orchid Festival yang dibuka istri Wapres Mufida Jusuf Kalla.

Melalui pembuatan drainase primer, pompanisasi, dan pemasangan box culvert, secara berangsur-angsur titik genangan air mulai berkurang. Data dari dinas PU Kota Palembang, pada 2004 terdapat 57 titik genangan air di ruas jalan utama dan jalan akses. Namun, pada 2007 telah berkurang menjadi 31 titik saja.

Kondisi Palembang yang semakin kondusif, menjadikan kota yang berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa serta terbagi dalam 16 kecamatan dan 107 kelurahan ini menjadi incaran investasi dari para pemilik modal. Tercatat beberapa perusahaan asing berinvestasi ke kota ini. Antara lain Carrefour, perusahaan lokal Makro, Palembang Indah Mall, perusahaan Deorub (karet), sudah menanamkan modalnya di Palembang.

Sederhana dalam Sikap

Atas prestasi pembangunannya itu, sederet penghargaan pun diterimanya. Mulai dari yang bersifat pribadi hingga kelembagaan. Namun hal ini tidak menjadikannya berbangga diri.

Mewarisi sifat militer dari ayahnya, Kol. (Purn) H. Animan Achyad (Alm), ESP terkenal tegas dan disiplin. Tak heran bila dikalangan aktivis, baik di organisasi kepemudaan, organisasi profesi maupun organisasi olahraga ia begitu menonjol.

Kendati demikian, ia tetap sederhana dalam bersikap. Tak pernah neko-neko serta menjalani hidup penuh dengan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Bahkan, selama menjabat sebagai walikota (2003-2008), ia dikenal sebagai kepala daerah termiskin, jauh dari kesan glamour yang begitu lekat pada setiap kepala daerah.

ESP memulai karier sebagai Staf Cabang Dinas PU Kabupaten Musirawas pada 1987. Tidak lama kemudian ia pindah ke Palembang dibagian Sub Dinas Pengairan Seksi Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Pada 1990 dirinya melanjutkan sekolah S2 di Bandung bidang pengembangan rawa dan pantai.

Pada 1992 ESP ditunjuk menjadi Pimpinan Proyek Reklamasi Jakabaring di kawasan Seberang Ulu. Suatu tugas yang maha berat. Karena saat itu Jakabaring masih merupakan suatu kawasan tanpa hunian dan penuh dengan semak belukar. .

"Sebelum reklamasi, kawasan SU itu baru sebagian saja yang bisa terbangun. Itulah salah satu alasan lahirnya gagasan untuk melakukan reklamasi lahan rawa dengan memanfaatkan sendimentasi Sungai Musi yang merupakan kontribusi sendimentasi Sungai Ogan dan Komering. Sebelum dimulai tentunya kita mengadakan survei, mengelilingi calon areal reklamasi, dengan berjalan kaki menembus rawa-rawa atau berperahu. Di situlah saya berfikir, bahwa saya punya tugas besar membentuk satu kawasan yang satu saat nanti akan menjadi daerah impian," kenang suami dari Sri Maya Hertanti ini.

Kurang lebih lima tahun (1993-1998) dirinya bergelut dengan proyek Reklamasi Jakabaring. Pekerjaannya tidak sia-sia. Kini Jakabaring telah menjelma menjadi kawasan primadona bagi warga Palembang.

Infrastruktur sarana dan prasarana mulai berkembang. Bahkan beberapa instansi pemerintah pun sudah dipusatkan disini. Seperti Kantor Poltabes Palembang, Gedung KPU Sumsel, Pengadilan Agama, Kejaksaan, Imigrasi, PLN. Yang paling anyar adalah pembangunan gedung DPRD Kota Palembang. Tak ketinggalan Stadion Jakabaring, yang merupakan stadion kebanggaan tim Sriwijaya FC dan masyarakat Palembang, ada di kawasan ini.

Setelah itu dirinya kemudian menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Kota Palembang. Tahun 2003 ia terpilih sebagai Walikota Palembang periode 2003-2008.

Terpilih jadi Walikota Lagi

Kesederhaan sikap dan kerja keras ESP dalam membangun Palembang demi kesejahteraan rakyat berbuah manis.

Saat pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) secara langsung pada 7 Juni 2008 lalu, bersama pasangannya Romi Herton, ESP yang mencalonkan diri kembali mendapat suara terbanyak dan unggul hampir di seluruh wilayah pemilihan. Ini artinya, Alumni Fakultas Teknik Sipil Unsri (1984) ini tetap mendapat kepercayaan dari rakyat Palembang guna menuntaskan proses pembangunan hingga 2013 mendatang.

Meskipun terpilih kembali, pria yang gemar membaca ini tidak bersikap berlebihan.
"Saya tidak menjanjikan apa-apa. Tapi saya mengajak seluruh warga Palembang bersama-sama bekerja lebih keras lagi. Agar harkat dan martabat rakyat kota ini semakin baik dan terpenting, kesejahteraan rakyat pun semakin meningkat pula" katanya.
Begitulah ESP. Baginya kesejahteraan rakyat merupakan skala prioritas yang tidak bisa tidak harus segera diwujudkan. Dan ini perlu kerja nyata secara bersama-sama.
Sederhana dalam sikap kaya dalam karya. Seperti moto dalam hidupnya.

BIODATA SINGKAT

Nama: Ir. H. Eddy Santana Putra, MT

Tempat/tgl lahir: Pangkal Pinang, 20 Januari 1957
Partai Politik: PDI Perjuangan (PDIP)/Ketua DPD PDI-P Sumsel
Jabatan:
- Walikota Palembang Periode 2008-2013
- Ketua DPD PDI-P Sumsel
Nama Ayah:
Kol. (Purn) H. Animan Achyad (Alm)
Nama Ibu:
Hj. Chalidjah Animan binti H. Aziz (Alm)
Nama Istri:
Srimaya Haryanti
Tempat/tgl lahir:
Palembang, 13 Nopember 1964
Anak 3 Orang:
1. Ajie Nugraha Pratama Putra
2. Siti Aisyah (Almh)
3. Nabila Aprilia Putri
Riwayat Pendidikan:
1. SD YPP Pusri (1969)
2. SMP YPP Pusri (1972)
3. SMA Xaverius I (1975)
4. Sarjana (S1) Fakultas Teknik Sipil Unsri (1984)
5. Pasca Sarjana (S2) Teknik Pengairan P2STP Bandung
Hobby:
1. Memancing
2. Sepakbola
3. Membaca


Sumber :
http://www.wikimu.com
by : 


Jumat, 25 Desember 2009

Ir. H. Eddy Santana Putra, MT

Sederhana dalam Sikap Kaya dalam Karya

Pria kelahiran Pangkal Pinang, 51 tahun silam ini merupakan pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang mumpuni, visioner, serta kesederhanaan hidup. Ia merupakan orang yang tidak banyak bicara tapi banyak bekerja. Motonya sederhana dalam sikap dan kaya dalam karya sangat tepat menggambarkan dirinya yang begitu mobile dengan kinerja nyata.

5 tahun lalu, kondisi Palembang masih memprihatinkan. Angka kriminalitas tinggi, pasar-pasar kumuh dan jorok, investasi minim, rawan banjir, serta tingkat perekonomian masyarakat masih rendah. Singkatnya, Palembang belum begitu diperhitungkan secara nasional.

Begitu terpilih sebagai Walikota Palembang pada 2003, Eddy Santana Putra, akrab dipanggil ESP, segera melakukan gebrakan serta inovasi yang mencengangkan. Dengan penuh keberanian dan pertimbangan yang matang, ia merelokasi Pasar 16 ilir yang kumuh dan jorok.

Selama era kepemimpinan walikota terdahulu, Pasar 16 Ilir tetap dipertahankan. Tidak ada keberanian untuk melakukan perubahan. ESP sebaliknya. Ia siapkan pasar induk dan kemudian secara bertahap memindahkan para pedagang ke Jakabaring. Pasar 16 ilir disulapnya menjadi taman-taman kota yang indah dan tertata rapi.

"Saya tidak pernah berusaha mematikan usaha para pedagang. Tapi kita membenahi kondisi pasar yang semrawut dan kumuh, sehingga Palembang menjadi kota yang bersih, tertib dan sejajar dengan kota-kota lain di tanah air," katanya kala itu.

Hasilnya, pada 2007 dan 2008, Palembang dua tahun berturut-turut meraih Piala Adipura. Padahal, pada 2005 lalu, Palembang sempat mendapat predikat sebagai kota terkotor. Artinya, ESP hanya butuh waktu dua tahun untuk membalikkan citra negatif yang sempat di sandang Kota Palembang.

Kaya dalam Karya

Tak hanya itu. Demi meningkatkan daya tarik pariwisata di Kota Palembang, ESP membenahi Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi alternatif tempat wisata sekaligus rekreasi yang indah, aman dan nyaman.

Kini di BKB, even-even baik skala nasional maupun internasional kerap digelar. Puncaknya adalah dengan dilaunchingnya program Visit Musi 2008 pada 5 Januari 2008 lalu guna mendukung program Visit Indonesia 2008 yang dicanangkan pemerintah pusat.
Pendidikan pun tak luput dari perhatiannya. Pria yang gemar memancing ini secara bertahap menerapkan kebijakan pendidikan dasar bagi anak-anak di Kota Palembang. Biaya sekolah digratiskan, guru-guru diberdayakan.

Imbasnya, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan- suatu indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan- melampaui 100 persen. Mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK dan sederajat. Untuk tingkat SD, APK yang diraih sebesar 102 persen, SMP sebesar 103 persen, serta SMA sebesar 94,5 persen.

Di bidang kesehatan, Misi Palembang Sehat 2008 kian menunjukkan trend positif. Ditandai dengan kian menurunnya angka kesakitan ibu dan anak, puskesmas swakelola terus bertumbuh dan pelayanan kesehatan pun berkualitas.

Salah satu prestasi paling membanggakan adalah di bidang pelayanan publik, pelayanan air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi mampu memberikan pelayanan air bersih hingga mencapai 80 persen bagi warga Palembang.

Beberapa booster pun sudah di bangun di beberapa kecamatan guna lebih mengoptimalkan pelayanan. Diantaranya booster di Kecamatan Kertapati dan Alang-Alang Lebar. Bahkan, PDAM saat ini sedang menjajaki kemungkinan menjangkau serta memberikan pelayanan air bersih ke Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir.

"Beberapa tahun yang lalu pelayanan air bersih masih 40 persen. Sekarang Alhamdulillah sudah 80 persen. Angka 80 persen itu jarang terjadi di Indonesia," kata ESP dalam beberapa kesempatan.

Karena itulah, tak heran mantan Ketua KNPI Sumsel ini menjadi satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang menjadi keynote speaker saat berbicara di depan peserta Leadership Forum, Water for People : Transforming for Suistainability and Growth di Batam beberapa waktu lalu. Keberhasilan PDAM Tirta Musi dalam pelayanan publik begitu menginspirasi para peserta utusan dari 19 PDAM se-Indonesia untuk belajar dari kota metropolis ini.

Di bidang penanganan banjir, Palembang di bawah pimpinan mantan Kepala Dinas PU Pengairan ini patut diacungi jempol.  Beberapa tahun lalu, Palembang menjadi terkenal dan menghiasi berbagai berita di televisi dan surat kabar daerah maupun nasional gara-gara sering kebanjiran. Tak kurang dari 57 titik banjir tercatat saat itu, termasuk kawasan dan jalan-jalan utama. ESP pun segera tanggap. Karena semua sistem drainase di Palembang juga bermuara di sungai besar, Pemkot Palembang membuat satu drainase primer yang menampung air buangan dari seluruh kota sebelum bermuara ke sungai.

Untuk mengatasi genangan air di jalan-jalan utama, dilakukan pemasangan pompa dan box culvert. Pompa dipasang di beberapa titik rawan banjir untuk mengalirkan air yang menggenangi ruas jalan. Sementara itu, box culvert (sejenis gorong-gorong dari beton bertulang yang berbentuk kotak) dipasang di bawah ruas jalan. Box culvert ini berfungsi mengalirkan air agar tidak membanjiri salah satu sisi jalan.

Secara bersamaan, dibangun kolam retensi. Kolam itu berfungsi sebagai resapan air, menggantikan fungsi rawa yang semakin berkurang seiring dengan dinamisnya pembangunan kota. Saat ini ada 17 kolam retensi di seluruh wilayah Kota Palembang. Menariknya, kolam yang terletak di tempat-tempat strategis itu, seperti kolam retensi di Kambang Iwak, Jalan Tasik, belakangan sangat dirasakan manfaatnya, yakni menyejukkan kota. Bahkan, masyarakat menjadikan areal kolam sebagai tempat rekreasi. Baru-baru ini Kambang Iwak menjadi pusat perhatian seiring dengan digelarnya Asian Orchid Festival yang dibuka istri Wapres Mufida Jusuf Kalla.

Melalui pembuatan drainase primer, pompanisasi, dan pemasangan box culvert, secara berangsur-angsur titik genangan air mulai berkurang. Data dari dinas PU Kota Palembang, pada 2004 terdapat 57 titik genangan air di ruas jalan utama dan jalan akses. Namun, pada 2007 telah berkurang menjadi 31 titik saja.

Kondisi Palembang yang semakin kondusif, menjadikan kota yang berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa serta terbagi dalam 16 kecamatan dan 107 kelurahan ini menjadi incaran investasi dari para pemilik modal. Tercatat beberapa perusahaan asing berinvestasi ke kota ini. Antara lain Carrefour, perusahaan lokal Makro, Palembang Indah Mall, perusahaan Deorub (karet), sudah menanamkan modalnya di Palembang.

Sederhana dalam Sikap

Atas prestasi pembangunannya itu, sederet penghargaan pun diterimanya. Mulai dari yang bersifat pribadi hingga kelembagaan. Namun hal ini tidak menjadikannya berbangga diri.

Mewarisi sifat militer dari ayahnya, Kol. (Purn) H. Animan Achyad (Alm), ESP terkenal tegas dan disiplin. Tak heran bila dikalangan aktivis, baik di organisasi kepemudaan, organisasi profesi maupun organisasi olahraga ia begitu menonjol.

Kendati demikian, ia tetap sederhana dalam bersikap. Tak pernah neko-neko serta menjalani hidup penuh dengan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Bahkan, selama menjabat sebagai walikota (2003-2008), ia dikenal sebagai kepala daerah termiskin, jauh dari kesan glamour yang begitu lekat pada setiap kepala daerah.

ESP memulai karier sebagai Staf Cabang Dinas PU Kabupaten Musirawas pada 1987. Tidak lama kemudian ia pindah ke Palembang dibagian Sub Dinas Pengairan Seksi Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Pada 1990 dirinya melanjutkan sekolah S2 di Bandung bidang pengembangan rawa dan pantai.

Pada 1992 ESP ditunjuk menjadi Pimpinan Proyek Reklamasi Jakabaring di kawasan Seberang Ulu. Suatu tugas yang maha berat. Karena saat itu Jakabaring masih merupakan suatu kawasan tanpa hunian dan penuh dengan semak belukar. .

"Sebelum reklamasi, kawasan SU itu baru sebagian saja yang bisa terbangun. Itulah salah satu alasan lahirnya gagasan untuk melakukan reklamasi lahan rawa dengan memanfaatkan sendimentasi Sungai Musi yang merupakan kontribusi sendimentasi Sungai Ogan dan Komering. Sebelum dimulai tentunya kita mengadakan survei, mengelilingi calon areal reklamasi, dengan berjalan kaki menembus rawa-rawa atau berperahu. Di situlah saya berfikir, bahwa saya punya tugas besar membentuk satu kawasan yang satu saat nanti akan menjadi daerah impian," kenang suami dari Sri Maya Hertanti ini.

Kurang lebih lima tahun (1993-1998) dirinya bergelut dengan proyek Reklamasi Jakabaring. Pekerjaannya tidak sia-sia. Kini Jakabaring telah menjelma menjadi kawasan primadona bagi warga Palembang.

Infrastruktur sarana dan prasarana mulai berkembang. Bahkan beberapa instansi pemerintah pun sudah dipusatkan disini. Seperti Kantor Poltabes Palembang, Gedung KPU Sumsel, Pengadilan Agama, Kejaksaan, Imigrasi, PLN. Yang paling anyar adalah pembangunan gedung DPRD Kota Palembang. Tak ketinggalan Stadion Jakabaring, yang merupakan stadion kebanggaan tim Sriwijaya FC dan masyarakat Palembang, ada di kawasan ini.

Setelah itu dirinya kemudian menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Kota Palembang. Tahun 2003 ia terpilih sebagai Walikota Palembang periode 2003-2008.

Terpilih jadi Walikota Lagi

Kesederhaan sikap dan kerja keras ESP dalam membangun Palembang demi kesejahteraan rakyat berbuah manis.

Saat pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) secara langsung pada 7 Juni 2008 lalu, bersama pasangannya Romi Herton, ESP yang mencalonkan diri kembali mendapat suara terbanyak dan unggul hampir di seluruh wilayah pemilihan. Ini artinya, Alumni Fakultas Teknik Sipil Unsri (1984) ini tetap mendapat kepercayaan dari rakyat Palembang guna menuntaskan proses pembangunan hingga 2013 mendatang.

Meskipun terpilih kembali, pria yang gemar membaca ini tidak bersikap berlebihan.
"Saya tidak menjanjikan apa-apa. Tapi saya mengajak seluruh warga Palembang bersama-sama bekerja lebih keras lagi. Agar harkat dan martabat rakyat kota ini semakin baik dan terpenting, kesejahteraan rakyat pun semakin meningkat pula" katanya.
Begitulah ESP. Baginya kesejahteraan rakyat merupakan skala prioritas yang tidak bisa tidak harus segera diwujudkan. Dan ini perlu kerja nyata secara bersama-sama.
Sederhana dalam sikap kaya dalam karya. Seperti moto dalam hidupnya.

BIODATA SINGKAT

Nama: Ir. H. Eddy Santana Putra, MT

Tempat/tgl lahir: Pangkal Pinang, 20 Januari 1957
Partai Politik: PDI Perjuangan (PDIP)/Ketua DPD PDI-P Sumsel
Jabatan:
- Walikota Palembang Periode 2008-2013
- Ketua DPD PDI-P Sumsel
Nama Ayah:
Kol. (Purn) H. Animan Achyad (Alm)
Nama Ibu:
Hj. Chalidjah Animan binti H. Aziz (Alm)
Nama Istri:
Srimaya Haryanti
Tempat/tgl lahir:
Palembang, 13 Nopember 1964
Anak 3 Orang:
1. Ajie Nugraha Pratama Putra
2. Siti Aisyah (Almh)
3. Nabila Aprilia Putri
Riwayat Pendidikan:
1. SD YPP Pusri (1969)
2. SMP YPP Pusri (1972)
3. SMA Xaverius I (1975)
4. Sarjana (S1) Fakultas Teknik Sipil Unsri (1984)
5. Pasca Sarjana (S2) Teknik Pengairan P2STP Bandung
Hobby:
1. Memancing
2. Sepakbola
3. Membaca


Sumber :
http://www.wikimu.com
by : 


Popular Posts

Iklan Baris

Dijual Cream Herbal perawatan wajah, anti merkuri dan hidrokinon, 1 paket @ 150 ribu, aman, uji lab UI. Hubungi 0812-18925912 / 0711-7940999
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money