Sedikitnya 500 KK di Kecamatan Kertapati, Kelurahan Ogan Baru, tinggal di bantaran sungai. Lurah Ogan Baru, Suyanto mengatakan, bangunan warga yang menempati kawasan bantaran sungai tersebut termasuk padat. Jarak antarrumah ada yang hanya sekitar 1 meter dan kebanyakan terbuat dari kayu.
“Kita sudah imbau agar tidak lagi mendirikan bangunan di bantaran sungai, sehingga mempermudah penataan bangunan nantinya,” ujarnya di sela-sela peninjauan kebakaran di RT 46/08, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati.
Kondisi tersebut, terang Suyanto, membuat pemukiman di kawasan bantaran sungai sangat rawan kejadian kebakaran. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau warga untuk terus memantau dan mengawasi bangunan rumah masing-masing. “Kita berharap masyarakat lebih waspada, apalagi dengan cuaca saat ini warga lebih dituntut untuk lebih waspada, tidak membakar lahan
yang bisa memancing terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Sementara itu, sekitar pukul 23.00 WIB, gudang barang catering milik Hj Halimah (70) di Jl Sentosa No 13 RT 17 Kel 2 Ilir, Kecamatan IT 2, terbakar. Tapi api berhasil dipadamkan dengan bantuan warga dan mobil pemadam. Diduga api dari konsleting listrik. Abdul, putera pemilik rumah mengaku, asap sudah terlihat sejak sore.
sumber : Sumatera Ekspres, 24 Mei 2011


00.09
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar