Kota Palembang memang berhasil menggondol piala Adipura pada musim penganugerahan piala Adipura 2010-2011 beberapa waktu lalu. Namun, sepertinya tahun depan harus kerja lebih keras lagi untuk mempertahankannya. Informasinya, Kambang Iwak yang menjadi salah satu titik penilaian, pada musim lalu nilainya berkurang. “Penilaian terhadap kawasan Kambang Iwak sebagai taman lingkungan pada Adipura 2011 berkurang. Tidak lagi menjadi kawasan lingkungan terbaik nasional seperti 2010 kemarin,” kata Kasi Tramtib Kecamatan Bukit Kecil, Cevi Nugraha SSTP MSi, kemarin (28/6). Keberadaan pedagang musiman yang berjualan di seputar kawasan Kambang Iwak, kata Cevi menjadi salah satu penyebabnya.
Di samping mengganggu ketertiban dan keindahan kawasan itu, kehadiran pedagang yang semakin ramai setiap akhir pekan ini juga ditengarai berdampak terhadap kondisi lingkungan sekitar. Khususnya dampak dari pembuangan sampah plastik bungkus makanan ke parit maupun kolam.
Menurut Cevi, lantaran itu, pihaknya bersama instansi terkait yakni Dinas Perhubungan, Polisi Pamong Praja dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) akan melaksanakan rapat. “Tidak hanya soal pedagang yang berjualan bukan pada tempatnya, nanti juga akan dibahas oleh BLH terkait lingkungan kawasan Kambang Iwak untuk saat ini. Penilaian lingkungannya tidak lagi menjadi yang terbaik untuk tingkat nasional,” ungkap Cevi. Untuk wilayah Bukit Kecil, titik penilaian Adipura, di antaranya Jl A Rivai, Hang Tuah, Diponegoro, Gajah Mada, Letkol Iskandar dan Sudirman. Kecuali Kelurahan 23 Ilir yang tidak begitu luas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Abu Bakar mengatakan, untuk sistem pembuangan limbah yang dilakukan industri di kawasan itu merupakan tugas pihaknya. Untuk sistem pembuangan limbah sudah teruji dan terukur. Seperti diberitakan sebelumnya, setiap akhir pekan kawasan Kambang Iwak dipadati pedagang. Mulai dari pedagang makanan dan minuman hingga pakaian.
sumber : sumeks, 29 juni 2011


18.05
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar